Showing posts with label Berita Dan Politik. Show all posts
Showing posts with label Berita Dan Politik. Show all posts

Tuesday, 2 February 2010

SBY Berikan Julukan Semua Mantan Presiden

Di hadapan anak-anak di Rumah Pintar Cakra Cendekia-1 Markas Divisi I Infranti Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (31/1/2010), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenalkan lima Presiden RI yang pernah memimpin sebelum dirinya.

"Anak-anak, siapa presiden RI yang pertama itu," tanya Presiden Yudhoyono, sambil menunjuk jejeran foto-foto Presiden RI yang terpampang di dinding tembok Rumah Pintar tersebut. Anak-anak kemudian menjawab serempak, "Soekarno....". Presiden kemudian mengenalkan bahwa Presiden Soekarno adalah proklamator.

Lalu, Presiden mengenalkan presiden kedua, yaitu Soeharto. Presiden kemudian mengomentari Soeharto sebagai "pembangun bangsa". Dari situ, Presiden kemudian mengenalkan BJ Habibie sebagai presiden ketiga RI berikut dengan predikatnya. "Beliau ahli ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)," tambah Presiden.

Presiden kemudian juga menjelaskan mengenai presiden keempat, yaitu Abdurrahman Wahid. "Beliau bapak kemajemukan," lanjut Presiden.

Selanjutnya, Presiden mengenalkan presiden kelima, yaitu Megawati Soekarnoputri. Presiden tidak menyebutkan predikat apa pun, tetapi berkata, "Beliau putri presiden RI pertama, Soekarno."

Saat sampai di foto keenam, yakni foto dirinya, Presiden memancing anak-anak, "Ini foto siapa?" dan anak-anak langsung menjawab, "Presiden Yudhoyono."

Setelah anak-anak menjawab, Presiden kemudian menjelaskan bahwa semua presiden yang memimpin negeri ini memiliki maksud yang baik untuk menyejahterahkan rakyatnya.

Source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3272663
READ MORE - SBY Berikan Julukan Semua Mantan Presiden

Monday, 1 February 2010

SBY 'Sentil' Kerbau Ikut Demo 28 Januari


Cipanas - Seekor kerbau yang diajak ikut demo pada 28 Januari mengusik "ketenangan" Presiden SBY. SBY mengimbau agar unjuk rasa dilakukan dengan menjunjung tinggi pranata dan kepantasan.

"Kita bahas juga misalkan, unjuk rasa yang terjadi di negeri Pancasila ini mari kita bicarakan yang baik tanpa mengganggu yang lain dan tetap menjunjung tinggi pranata, kepantasan perlu dijaga," kata SBY yang mengenakan baju safari warna gelap.

Hal ini disampaikan dia saat memberi sambutan dalam pertemuan dengan menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).

SBY lalu mencontohkan, demo besar-besaran menyambut 100 hari pemerintahannya pada 3 hari lalu. "Di sana ada yang teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling. Ada juga demo yang bawa kerbau. Ada gambar SBY. Dibilang, SBY malas, badannya besar kayak kerbau. Apakah itu unjuk rasa? Itu nanti kita bahas," papar SBY.

SBY mengimbau agar demokrasi yang merupakan bagian dari reformasi dilakukan dengan bermartabat.

6 Isu


Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan ada 6 isu yang akan dibahas. Pertama, masalah tata ruang seperti pertanahan dan sinkronisasi pusat dan daerah.

Kedua, masalah pangan baik dari hulu maupun hilir, termasuk suplai stabilitas harganya. "Ini menyangkut hajat hidup rakyat," kata SBY.

Ketiga, masalah energi. "Tekanannya pada listrik agar bagaimana tahun ini byar pet listrik tidak terjadi," ujar dia.

Keempat, infrastruktur seperti jalan, jembatan dan sebagainya. Karena kita ingin betul membangun national connectivity.

Kelima, program pro rakyat seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kecil, koperasi. Terakhir, reformasi birokrasi, penegakan hukum, demokrasi, keamanan dan sebagainya.
READ MORE - SBY 'Sentil' Kerbau Ikut Demo 28 Januari

Biaya Pencitraan SBY Ternyata Mahal Banget

Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, menyatakan bahwa kebijakan alokasi anggaran Pemerintahan SBY-Boediono dalam 100 hari masa pemerintahannya dinilai lebih banyak kepada belanja pencitraan presiden daripada belanja untuk kepentingan rakyat.

Benarkah apa yang dikatakan oleh Uchok tsb ? Lalu seberapa besarkah anggaran yang sudah dikelkuarkan untuk membiayai pencitraan presiden ? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita simak uraian Bang Uchok tentang apa saja yang telah dibelanjakan oleh SBY untuk biaya pencitraan tsb.

Pertama, pembelian pesawat VVIP jenis Boeing 737-400 sebagai pesawat pribadi Presiden SBY. Uchok mempertanyakan alasan efisiensi perjalanan dinas yang digunakan presiden untuk membeli pesawat Boeing 737-400 dengan nilai Rp 200 miliar ini.

Jika dibandingkan dengan presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri, alokasi anggaran perjalanan dinas Megawati di dalam negeri dan ke luar negeri pada tahun anggaran 2002 dianggarkan hanya Rp 48,845 miliar, termasuk untuk menyewa pesawat, bukan pengadaan pesawat.

Kesimpulannya adalah perjalanan dinas presiden SBY lebih mahal sebesar 150 persen daripada presiden Megawati. Demikian kata Uchok dalam pernyataan kepada detikcom, Selasa (26/1/2010).

Kedua, alokasi yang diperuntukkan untuk keperluan renovasi pagar halaman dan pengadaan security system di lingkungan Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden dengan anggaran Rp.22,55 miliar.

Anggaran yang sebenarnya akan lebih baik jika diperuntukan untuk membuka lapangan kerja bagi rakyat tsb, ternyata hanya diperuntukan untuk menyambut kedatangan tamu negara dari Amerika Serikat, yaitu Presiden Barack Obama. Demikian menurut Uchok

Ke tiga, alokasi yang dinilai tidak merakyat lainnya, yaitu pengadaan mobil dinas mewah jenis Toyota Crown Saloon senilai Rp 1,3 miliar per unit untuk para pejabat negara, dan menteri kabinet. Pembelian mobil mewah ini, sangat jelas menunjukkan SBY melakukan pemborosan uang rakyat dari APBN. Padahal para pejabat dan menteri Presiden SBY yang belum teruji kinerjanya.

Source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3276140
READ MORE - Biaya Pencitraan SBY Ternyata Mahal Banget

Saturday, 30 January 2010

Tukang Koran Itu Jadi Doktor Komunikasi UI

VIVAnews - Basuki Agus Suparno (39) baru satu hari menjadi doktor komunikasi Universitas Indonesia (UI). Sepuluh tahun lalu saat menjadi tukang koran, semir sepatu dan jual kantong plastik, Basuki tak pernah menduga akan menikmati bangku sampai S3.

"Dari sekitar tahun 1990 saya jualan koran di jalan-jalan Sragen sampai tahun 1996," kata Basuki Agus Suparno dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 15 Januari 2010.

Kisah pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 6 Mei 1971 itu bermula saat sang ayah dipecat sebagai pegawai administrasi di pabrik gula daerah Mojo, Sragen, sekitar 1977. Sang kepala keluarga dikeluarkan karena alasan krisis.

"Lalu kami pindah ke Jakarta sekitar tahun 1978. Di Pasar Kramat Jati, saya jualan kantong plastik dan nyemir sepatu," ujar anak ke 8 dari 9 bersaudara ini.

Selama di Jakarta, Basuki kecil sempat mengenyam pendidikan dari kelas 2 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tetapi, pada 1983 datang kabar duka. Sang ayah meninggal dunia. Keluarga Basuki kembali ke Sragen.

"Kami pulang ke Jawa dan di sana mengelola kebun. Ada sekitar 20 pohon kelapa. Lumayan buat makan tiap hari ditambah kiriman beras dari kakak ipar," kata pria yang juga dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta ini.

Masuk SMA sekitar tahun 1983. "SMA favorit, SMAN 1 Sragen," singkatnya. Meski tak ada biaya, motivasi luar biasa bergemuruh di dalam dada Basuki. Alhasil ada jalan keluar.

Basuki gagal di Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun pertama. Tahun berikutnya keberuntungan berpihak padanya. Basuki diterima menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo, jurusan komunikasi.

"Tahun 1991 kuliah di UNS biayanya dari koran. Jualan koran di jalan-jalan Sragen. Kalau jadi agen koran enak, tapi saya betul-betul ambil koran lalu dijual," kata dia lagi.

"Dari koran itu saya dapat keuntungan sekitar Rp 6.000 sampai Rp 7.000," tegas dia.

Kemarin, Kamis 14 Januari 2010, Basuki menjadi doktor ke-42 lulusan program Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Mimpi itu terwujud berkat satu kata, kemauan.

Source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3147173

READ MORE - Tukang Koran Itu Jadi Doktor Komunikasi UI